Jadwal Kegiatan Jum’at 2 Ramadhan 1439 H/ 18 Mei 2018 M

Hadirilah!! Tabligh Akbar

WhatsApp Image 2018-04-23 at 13.04.24(1)

Bismillah… Hadirilah !!
Tabligh Akbar bersama Habib Luthfi bin Yahya.
Hari/tanggal : Rabu, 2 Mei 2018
Tempat : di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah .. Waktu: 19.00 WIB – selesai.

Cegah Kampanye Politik di Masjid, MAJT Akan Gelar Halaqah Takmir se Jateng

SEMARANG – Menjelang pesta demokrasi di Indonesia, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan menggelar halaqah pengelola masjid atak takmir se Jawa Tengah. Agar masjid sebagai tempat ibadah, bersih dari persoalan politik praktis.

kegiatan yang akan digelar pada Hari Sabtu, 23 April 2018 di Gedung Perpustakaan MAJT dan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah beserta Masjid Agung Semarang dan Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid diharapkan untuk menjadi tempat edukasi bagi masyarakat, khususnya umat Islam agar memiliki kedewasaan dalam berpolitik.

Sehingga menghadapi tahun-tahun politik ini dapat tercipta ketertiban, kedamaian, dan keadilan dalam berpolitik. Utamanya agar tetap terjaganya persatuan dan kesatuan serta ukhuwah Islamiyyah.

Rencananya, pembicara yang akan hadir antaralain Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, Mahfudh MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi) dan Mantan Gubernur Jawa Tengah Drs. KH. Ali Mufiz, MPA.

Sebagai pembicara utama, Ketua DPP MAJT akan menyampaikan “Fungsi Masjid dalam Membina Umat Islam untuk Perdamaian”.

Halaqah ini diadakan karena Jawa Tengah saat ini sedang memiliki dua agenda politik yaitu Pemilihan Kepala Daerah serentak di seluruh Jawa Tengah dan bersiap dalam Pemilihan Umum di Tahun 2019.

Dua Agenda tersebut banyak para Ulama khawatir masjid dijadikan sebagai ajang panggung kampanye politik praktis.

Juga adanya indikasi ingin menjadikan Pilkada Jateng agar sentimen keagamaan yang mestinya lumrah terjadi dalam setiap hajat politik, dikemas dan “digoreng” oleh pihak-pihak tertentu seolah-olah menjadi isu agama.

Peranan Teknologi Informasi yang saat ini banyak digunakan untuk menyebarkan berita bohong dan fitnah sangatlah tidak sesuai dengan karakter seorang muslim.

Umat Islam khususnya Pengelola Masjid diharapkan untuk dapat ikut berperan dalam menangkal berita bohong dengan selalu bertabayun pada setiap isu yang dimunculkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Halaqah ini diharapkan memunculkan suatu hasil atau panduan serta kesepakatan bersama bagi para pengelola masjid dan umat Islam untuk bersikap dalam politik. Memberikan batasan mana yang masuk dalam kepentingan politik praktis dan mana syiar dakwah yang sesuai dengan lingkungan masjid.

Mantan Anggota DPRD Jawa Tengah Drs H Istajib AS berharap, proses demokrasi di era reformasi yang sudah berjalan 20 tahun dapat semakin mendewasakan masyarakat.

Kegaduhan demokrasi saat ini di era teknologi informasi perlu pemikiran dari para ulama dan cendekiawan untuk menyuarakan perbaikan dalam demokrasi di Indonesia.

Selain itu dalam halaqah nanti akan disosialisasikan fatwa-fatwa MUI yang telah dikeluarkan tentang bagaimana seorang muslim dalam bersikap dan menjalankan hak serta kewajibannya berpolitik.

Sekretaris MUI Jawa Tengah Drs H Muhyiddin, MA berharap, dalam halaqah tersebut para pengurus dan Takmir Kabupaten dan Kota bisa ikut menyebarkan keputusan Fatwa MUI mengenai sikap seorang muslim dalam berpolitik.(*)

 

Pengajian Isra Mi’raj MAJT dipadati jama’ah

Isra Mikraj merupakan salah satu kejadian penting dalam agama Islam. Isra Mikraj merupakan peristiwa dijalankannya Nabi Muhammad dari Masjidil Haram Makkah al Mukarromah menuju Masjid Al Aqsa Palestina.

Selanjutnya dari Masjid Al Aqsa menuju Sidratil Muntahaatas kehendak Allah Swt. Banyak pengalaman yang diterima Nabi Muhammad dalam peristiwa tersebut, selain mendapat oleh-oleh kewajiban mendirikan shalat lima waktu, masih banyak pengalaman lain yang didapatkan, di antaranya belajar kesabaran dan memelihara hawa nafsu.

Hal itu diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatu Tholibin, Kabupaten Rembang, KH Muhammad Syarofuddin Qoimas saat menyampaikan tausiah pada acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad, di ruang shalat utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Gajah Raya, Gayamsari, kemarin malam.

“Banyak kejadian yang dapat direnungi dalam Isra Mikraj. Selain mendapat wahyu mendirikan salat 50 waktu sebelum akhirnya menjadi lima waktu, juga belajar kesabaran dan memelihara hawa nafsu,” kata Kiai Syarofuddin.

Dalam konteks ini, Kiai Syarofuddin menjelaskan, setiap manusia memiliki keinginan-keinginan atau hawa nafsu. Ia berpesan agar seseorang mampu memelihara, karena kalau tidak mampu memelihara akan terjerumus dalam lembah kemaksiatan. “Hawa nafsu itu seperti anak kecil yang masih menyusui. Jika dibiarkan, dia akan ketagihan hingga dewasa. Namun, jika disapih, maka dia akan terbiasa,” ungkap Kiai Syafroddin mengutip karangan Imam Al Bushiri.

Memiliki Keinginan-Keinginan

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Darodji menuturkan, Isra Mikraj berkaitan erat dengan peristiwa Amul Khuznu(tahun puncak kesusahan-Red) yang dialami Nabi Muhammad. Saat itu orangorang terdekat Nabi seperti Siti Khadijah, istri Nabi meninggal dunia. Tidak hanya itu, paman kesayangan Nabi, Abu Thalib yang selalu mendampingi selama berdakwah juga wafat.

“Selanjutnya oleh Allah Swt, Nabi Muhammad dihibur dengan adanya Isra Mikraj,” ungkapnya. Adapun Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT, KH Noor Ahmad mengatakan, kegiatan Isra Mikraj di MAJT rutin digelar setiap tahun. Dia berharap masyarakat muslimin semakin paham dan mengerti misi dari Isra Mikraj.

“Mudah-mudahan semakin memahami apa itu Isra Mikraj. Jika memang terkait perintah mendirikan shalat lima waktu, mari laksanakan dengan setulus hati,” katanya. Selain KH Ahmad Darodji dan KH Noor Ahmad, acara tersebut juga dihadiri pengurus DPP MAJT seperti KH Hanif Ismail, KH Muhyiddin, dan sejumlah tamu undangan dari Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV/ Diponegoro, dan Polda Jateng.

Haflah Maulidaturrasul 1439 H/ 2017 M

HJKKJLPeringatan Haflah Maulidurrosul Muhammmad SAW 1439 H di Masjid Aguing Jawa Tengah (MAJT) menjadi ajang pengkaderan bagi Dakwah syiar Islam. Pembacaan Maulid dan tausyiah yang di pimpin oleh Habib Hamid Sholeh Ba’agil dihadiri oleh ribuan jamaah.

Peringatan Mauliddurosul 1439 H di MAJT Jumat (1/12) yang mengundang Habib Umar Muthohar untuk mengisi tausyiah akhirnya diwakili oleh Habib Hamid Sholeh Ba’agil. Habib Hamid Sholeh Ba’agil merupakan kader dakwah yang telah beberapa kali menggantikan Habib Umar Muthohar dalam mengisi kajian Ahad Wage yang diadakan oleh Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT).

“MAJT akan menjadi pusat bagi pengkaderan dakwah syiar islam dimana Senior dalam dakwah akan memberikan kepada juniornya kesempatan bagi kader dakwah syiar Islam. Sebagaimana dalam kerjasama kami dengan Nusantara Foundation Pimpinan H. Syamsi Ali di Amerika yang saat ini mencoba untuk membangun pesantren disana,” ucap Ketua Dewan Pelaksana Masjid Agung Jawa Tengah Dr. H. Noor Achmad, MA dalam sambutannya.

Sementara Ketua RISMA JT, Anis Muchabaq mengatakan sangat bangga bisa istiqomah hingga tahun ke 9 ini menyelenggarakan haflah maulidurrosul 1439 H setelah bakda subuh.

“Kami berharap Jamaah tetap meramaikan dan memakmurkan MAJT dengan menghadiri pengajian akbar maulidurrosul 1439 besok jumat depan (8/12) bakda isya yang akan mengundang Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis, Lc PhD,” ucapnya. (DNA).

Pengajian TahunBaru 1439 Hijriyah

Ikutilah Pengajian dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1439 H bersama KH. Adib Zamroni ( Pengasuh Ponpes Al Muhariyah Guntur-Demak)
Hari/Tanggal : Jum’at Wage, 6 Oktober 2017
Waktu : Pukul 19.30-selesai
Tempat : Ruang Utama Shalat MAJT

Ayoo ajak keluarga dan teman-teman, tambah ilmu dan tambah pahala.