POLDA BIDOKES Jateng Kerja Bakti di MAJT

SEMARANG – POLDA Jateng melaksanakan kerja Bakti Serentak dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019 yang puncaknya tanggal 1 Juli mendatang, berbagai kegiatan  yang akan dilakkukan oleh pihak POLDA.

MAJT menjadi salah satu tempat yang POLDA Bidang Dokter dan Kesehatan melaksanakan kerja bakti tersebut.

“Laksanakan kerja bhakti serentak ini dengan tulus ikhlas, untuk Polri, Bhayangkara tercinta, ” tutur Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Jateng Kombes Pol Ir. Mohammad Zari saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Biro Logistik Polda Jateng, Kamis (20/6/2019).

Tiga Masjid Besar di Semarang Bekerjasama dengan Suara Merdeka

Semarang – tiga masjid di Semarang yakin Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Agung Kauman, dan Masjid Raya Baiturahman  bekerja sama dengan Suara Merdeka Network  akan membuat sebuah kegiatan syiar agama dengan membentuk majlis bernama Majlis Nom-noman.

encananya majlis ini akan di-launching awal Juli 2019 dan dikonsep secara budaya dan lebih ngepop. Pengajian akan menghadirkan kelompok-kelompok muda seperti grup tari sufi, grup hadrah anak-anak muda, musik religi, juga dihadirkan pula kiai-kiai atau ustadz-ustadz muda.

Tak hanya itu, nantinya juga akan diisi program-program yang bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Kadin dan Hipmi dalam hal entrepreneur muslim.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Prof Dr KH Noor Achmad MA menyambut baik program yang digagas oleh Suara Merdeka karena ada banyak hal yang bisa disinergikan.

Menurutnya hal ini juga dilandasi keprihatinan dengan beberapa perkembangan hijrah para generasi muda yang perlu arahan sehingga mendapatkan wadah yang benar dan bisa menyalurkan kegiatan secara positif

IFGF Gelar Pasar Murah di MAJT

Dalam rangka menyambut bulan ramdahan, Gereja International Full Gospel Fellowship (IFGF) mengadadakan Pasar Murah yang diselenggarakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Minggu (28/04/2018).

Pendeta IFGF Semarang, Budi Hidayat mengatakan, ini merupakan kegiatan untuk menyambut hari raya Ramadha yang murapakan bulan suci bagi teman-teman yang beragama Islam.

Pria yang juga menjadi Direktur Regional Jawa Tengah Yayasan World Harvest dan dosen pasca sarjana di STTIH (Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest) Semarang itu berharap melalui kegiatam ini bisa memperetat tali kebinekaan kita.

“Pada acara ini kita bekerjasama dengan MAJT, dari kita hanya menyediakan paketnya saja sementara yang membagikan kuponnya tetap dari MAJT. Total kupon ada 3 ribu yang dibagikan ke warga” jelas Budi.

Selain itu, ia juga berharap acara ini bisa menjadi simbol kedewasaan kita untuk berbangsa, terutama dalam hal toleransi untuk merawat kebhinekaan setelah beberapa hari ini keadaan sosiologi masyarakat sempat memanas karena Pemilu 2019.

“Kita berharap dari kigiatan ini bisa mempelopori kebhinekaan kita dalam berbangsa,” katanya.

Ketua Dewan Pelaksa Pengelola (DPP) MAJT, Noor Ahmad sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, MAJT sangat terbuka bagi siapa saja dan kita juga bisa  bekerjasama dari organisasi non muslim.

“Yang terpenting adalah visi dari kegiatan tersebut. Ketika kegiatan tersebut bisa menjadi penggerak persatuan umat maka kita akan menerimanya. Seperti acara Pasar Murah ini, kita harapkan dapat bekerjasama disetiap tahunnya,” tandasnya.

MAJT Mendapat Kunjungan dari Ponpes Modern As Salam

MAJT Mendapat Kunjungan dari Ponpes Modern As Salam

Rombongan santriwati yang berjumlah sekitar kurang lebih 87 orang dan 4 guru pendamping tiba dimasjid agung jawa tengah pada pukul 13.00 disambut oleh kabag Humas dan Pemasaran, Kabag Keamanan dan Kebrsihan serta tim humas dan protokoler (24/4)DSC_6253 DSC_6269 DSC_6352

ULAMA PALESTINA MENGUNJUNGI MAJT

MAJT, Senin (22/4) kedatangan ulama dan cendekia muslim Palestina Prof. Dr. Muraweh Mosa Naser Nassar Tokoh dari Internasional Aqsa Institute Palestina menyatakan bahwa palestina akan segera merdeka dan ulama palestina menginginkan Umat Islam bersatu.

Pada kesempatan tersebut, Muraweh Mosa datang bersama rombongannya, diterima langsung oleh Katua DPP MAJT Prof Dr Noor Ahmad MA. Mendampingi Prof Noor Ahmad, Sekretaris KH Muhyidin, KH Ali Mufiz (mantan Gubernur Jateng), KH Hanif Ismail Lc, Drs H Istijab AS dll.

“Ini adalah kunjungan ke delapan saya ke Indonesia. Dan sambutan warga Indonesai luar biasa. Tidak hanya rakyat, namun juga pejabat negara, gubernur dan wali kota atau bupati, sambutannya sangat bagus. Pernah saya saat, saya dinaikkan holikopter dari Jakarta sampai Bogor agar saya tidak telat ke sebuah acara. Bagi saya, Indonesia adalah negera kedua saya setelah Palestina,” terangnya.

“Kalau semua umat Islam seluruh dunia bersatu, tidak dalam waktu lama Palestina akan merdeka. Insyallah, pada gerenasi saya sekarang ini,  Palestina akan merdeka. Tahun 2012 lalu, ada sejumlah peneliti dari berbagai negera di luar Arab mengatakan kira-kira 10 tahun lagi Palestina akan mederka. Insya Allah Palestina akan segera merdeka,” kata Muraweh Mosa saat berkunjung ke MAJT Jalan Gajah Raya Semarang, Senin (22/4/2019).

Kopdar Modis Radio Dais MAJT

Semarang – Sebagai wujud apresiasi Radio Dais Majt Semarang kepada pendengar setia sekaligus mempererat tali silaturahmi diadakan Kopdar Modis pada hari Ahad (10/3). Acara off air ini rencana akan diadakan setiap 3 bulan sekali. Antusias modis atau monitor Radio Dais sangat luar biasa besar. Daman, pendengar radio Dais yang berasal dari Penadaran Gubug bersama istri menuju Semarang menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Selain Daman, Ibu Wiwik pendengar setia dari Kendal mengatakan “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menjalin hubungan dekat antara crew penyiar dan pendengar yang mengenal sebatas suara di udara saat live on air. Inilah saatnya yang pas untuk jumpa darat. Kualitas frekuensinya perlu ditingkatkan agar terdengar jelas kembali. Saya selama di Kaliwungu susah tune in dengan radio biasa. Jadi saya mulai beralih menggunakan radio streaming atau aplikasi daisplay untuk mendengarkan suara penyiarnya yang merdu” jelasnya.

Radio saat ini masih menjadi bagian dihati masyarakat. Kemajuan teknologi mendorong insan penyiaran semakin berinovasi menciptakan terobosan kekinian. Seperti halnya penyiar radio saat ini sudah dikenal masyarakat tidak hanya suaranya saja, melainkan raut wajah dan gerak tubuhnya saat siaran. Ekspresi senang dan sedih akan nampak pada layar gawai pendengarnya. Siaran langsung melalui  sosial media dikerahkan agar radio tetap eksis hingga sekarang. Radio  bernuansa religi dan dakwah dibawah naungan Masjid Agung Jawa tengah ini menyuarakan islam rahmatan lil alamin lewat program siaran tapping atau siaran langsung dari ruang utama MAJT. Selain itu akses pendengar diperluas dengan adanya aplikasi android Daisplay dan radio streaming www.dais1079fm.com

“Kopdar atau kopi darat ini terselenggara atas kerjasama dan dukungan dari DPP MAJT. Kami ucapkan terimakasih atas dukungan baik bersifat materi maupun non materi. Sehingga acara yang ditunggu-tunggu untuk temu kangen antar pendengar dan crew Radio Dais berjalan dengan lancar. Selain itu pada pihak sponsor Kokola biskuit dan kosmetik B’erl atas bingkisan yang bermanfaat. Mereka yang dapat menjawab kuis dr MC berhak mendapatkan hadiah tersebut. Semua peserta yang hadir juga membawa bingkisan biskuit” ungkap ketua pelaksana, Eva Winata selaku penyiar Radio Dais MAJT Semarang.

Kabag Humas dan Pemasaran Masjid Agung Jawa Tengah, Beny Arief Hidayat menambahkan bahwa acara pertemuan pendengar menjadi wadah untuk menjaring aspirasi perkenalan antar pendengar. Berharap agar pertemuan rutin dilaksanakan agar meningkatkan keakraban dan lebih menyiarkan program dakwah seperti tagline terdepan dalam dakwah dan nada. Selain itu dukungan dari Wakil Ketua DPP MAJT, Dr KH Istajib dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan kopdar modis karena ada rasa kekeluargaan antara kru dan pendengar. Keunggulan radio Dais ada pada konten dakwah dan lagu religi agar semakin ditingkatkan. (ew)