KH Maimun Zubair Wafat di Tanah Suci Mekah

KH Maimun Zubair Wafat di Tanah Suci Mekah

انا لله وانا اليه راجعون

Telah berpulang ke Rahmatullah, Mustasyar PBNU KH. Maimoen Zubair, hari ini, Selasa, 6 Agustus 2019, pkl 04.17 di Kota Suci Makkah al Mukarromah.
Segenap Direksi MAJT TV menyampaikan Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Berduka yang sangat mendalam. Indonesia kehilangan tokoh panutan, pemimpin & pengayom umat.
Bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang penuh sikap kebersahajaan. Semoga teladan almaghfurlah diteruskan para kader-kader bangsa. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya & menempatkannya di surga yang terbaik.
Semoga jejak keteladanan yang diwariskan oleh KH. Maimoen Zubair bisa kita serap sebagai pelajaran untuk menghadapi tantangan zaman di masa yang akan datang.
.
Mari #TebarkanKebaikan kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun.
.
#MAJT #MAJTTV #TelevisiDakwahMasaKini #TelevisiMasjidAgungJawaTengah #infokajiansemarang #infokajianjateng #wonderfulindonesia #PesonaIndonesia #InfoMAJT #infomajttv @majt_jateng #masjidagungjawatengah
———————————
MAJT TV | Televisi Masjid Agung Jawa Tengah
Website: https://majt.tv
Twitter: @majttv
Instagram: @majttv
Fanpage: @majttv
Youtube: @majttv
———————————

MAJT Siap Menerima dan Menyalurkan Hewan Qurban

MAJT Siap Menerima dan Menyalurkan Hewan Qurban

Masjid Agung Jawa Tengah
.
Siap Menerima dan Menyalurkan Hewan Qurban, Untuk Informasi Sahabat Muslim dapat menghubungi Panita Qurban MAJT di nomor 024-6725412 atau 082134970000
.
Mari #TebarkanKebaikan kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun.
.
#Khotmilquran #jmqhpati #MAJT #MAJTTV#TelevisiDakwahMasaKini#TelevisiMasjidAgungJawaTengah#infokajiansemarang #infokajianjateng#gusbahauddinnursalim #gusbaha#wonderfulindonesia #PesonaIndonesia#InfoMAJT #infomajttv @majt_jateng#masjidagungjawatengah
———————————
MAJT TV | Televisi Masjid Agung Jawa Tengah
Website: https://majt.tv
Twitter: @majttv
Instagram: @majttv
Fanpage: @majttv
Youtube: @majttv
———————————

Imam Besar Masjid Istiqlal Menjadi Penceramah Nuzulul Qur’an di MAJT

Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan diselenggarakan Senin (20/5) dengan mengundang Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ph.D yang merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT, Prof Dr. Noor Achmad, MA mengatakan kegiatan amaliah Ramadan 1440 H di MAJT berbeda dari tahun – tahun sebelumnya dikarenakan ada beberapa program baru amaliah ramadan yang dilaksanakan oleh panitia tahun ini.

Kehadiran Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar yang merupakan mantan wakil menteri agama RI ini sudah sangat ditunggu oleh jamaah di MAJT karena di beberapa kesempatan peringatan hari besar Islam sebelumnya dia diharapkan untuk mengisi di MAJT.

Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag Sekretaris DPP MAJT menyatakan banyaknya jamah yang berharap MAJT selalu menjadi penyejuk umat islam di Jawa Tengah sebagaimana visi dari MAJT itu sendiri menjadi masjid yang menyebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin dengan dakwah Washatiyahnya. Kondisi Jawa Tengah yang tetap damai dan konduksif menjadi harapan bagi umat muslim di Jawa Tengah.

Prof. Dr, KH. Nazaruddin Umar kelahiran Bone yang juga Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran ini sangat konsen dalam pengembangan Dakwah Islam yang moderat dan damai juga banyak melakukan pengembangan pendidikan Alquran yang parallel dengan berbagai bidang keilmuan.

Kiprah Prof. Nazaruddin dalam bidang dakwah dan pendidikan islam sangat banyak dirasakan oleh masyarakat. Dia dalam dakwahnya selalu berciri islam moderat, bercorak rahmatan lil alamin..

Iktikaf di MAJT

Kegiatan Amaliah Ramadan yang dilaksanakan di MAJT tahun ini menjadi spesial dikarenakan  di hari tertentu MAJT mengundang imam shalat tarawih dari Negara Timur Tengah seperti Asy Syaikh Abdul Karim Kassoul Al Jazairy (Al Jazair) dan Al Syekh Hamdy Habeeb AL Mesry (Mesir).

Selain itu tahun ini kami juga memberikan layanan khusus bagi mereka yang ingin ber iktikaf di 10 hari terakhir Ramadan dengan memberikan program – program ibadah bersama seperti sholat malam serta dzikir Asmaul Husna yang akan dipimpin oleh Drs. KH. Amdjad, AH. ujar ketua Panitia Amaliah Ramadan dan Idul Fitri 1440 H, Drs. KH. Ahyani, M.Si. yang juga Ketua Bidang Ketakmiran MAJT.

‘’Bagi mereka yang ingin menginap di MAJT akan kami siapkan tempat istirahat khusus di dalam masjid maupun mereka yang ingin menginap di Grha Agung Hotel yang berada di dalam komplek MAJT,’’ katanya.

Pray For New Zealand

MAJT Berduka
Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun, Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun, Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun.
Pengurus dan Keluarga Besar Masjid Agung Jawa Tengah mengucapkan bela sungkawa atas dan duka yang mendalam serta mengutuk kekerasan yang dilakukan untuk menneror umat muslim di Selandia Baru. Penembakan yang terjadi di Masjid An Noor di Deans Avenue dan Masjid Linwood AVeneu di Kota Christchurch, Selandia baru yang menewaskan 50 Korban Jiwa serta 48 orang cedera akibat luka tembak pada saat pelaksanaan sholat jumat kemarin (15/3).
Mensikapi penembakan brutal aksi teror yang terjadi di Masjid An Noor dan Masjid Lindwood , Christchurch, Selandia Baru. Ketua Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengutuk keras Aksi Terorisme tersebut dan meminta Pemerintah New Zealand mengadili seadil – adilnya termasuk menyelidiki dengan sungguh – sungguh apakah aksi terror terhadap umat mulim tersebut dilakukan sendirian atau dilakukan secara terorganisir oleh jaringan teroris tertentu.
Menghimbau Umat Islam agar tidak terpancing aksi terror tersebut dan tetap menyuarakan Islam Damai dan Islam Rahmatan Lil Alamin.
MAJT juga menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk mendoakan korban dan melaksanakan sholat Ghaib bagi para Korban aksi terror terhadap umat muslim di Christchurch, Selandia Baru. Pelaksanaan Sholat Gaib di MAJT terhadap korban penembakan di 2 Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru Insya Allah akan dilaksanakan Bakda Dhuhur hari ini (16/3) dan Bakda Sholat Jumat pecan depan (22/3).

DUBES TIONGKOK BERKUNJUNG KE MAJT

Dubes Tiongkok Tegaskan Kasus Uighur Bukan Masalah Agama

SEMARANG – Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menegaskan, kasus muslim Uighur di Provinsi Xinjiang yang menjadi sorotan belakangan ini bukan masalah agama. Namun lebih pada persoalan politik akibat segelintir orang dari Uighur yang menggunakan kekerasan dan terorisme untuk melepaskan diri dari pemerintah yang sah.

”Kami sudah sampaikan kepada tokoh muslim sedunia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, di mana-mana kami bersahabat dengan muslim. Ini bukan masalah agama tetapi kedamaian negara yang dirusak oleh perilaku kekerasan, terorisme, dan sparatisme,” tegas Xiao Qian dalam dialog dengan sejumlah ulama dan tokoh perguruan tinggi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajah Raya Semarang, Kamis (10/1).

Dubes Tiongkok tidak datang sendiri, namun ditemani sejumlah pejabat yakni Konsulat Jenderal di Surabaya Gu Jingqi, Kepala Bagian Politik Wang Shikun, Deputi Atase Pertahanan Kolonel Zhao Yunfei, Sekretaris Kedua Zhao Qiang, dan staf kedutaan Li Jibin dan Ma Xiao Xuan.

Mereka diterima Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof Dr H Noor Achmad MA beserta jajaran pengurus, mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz, dan Asisten I Setda Jateng Heru Setiadi mewakili Gubernur.

Sejumlah tokoh pendidikan dan ulama juga ikut menyambut untuk memanfaatkan forum dialog tersebut. Para rektor/pemimpin perguruan tinggi yang hadir juga berkesempatan menjajagi kerja sama beasiswa pendidikan di Tiongkok. Rektor/pemimpin perguruan tinggi yang hadir antara lain Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, dan Universitas Semarang (USM).

Adapun ulama antara lain Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng Drs H Achmad, Ketua PWNU Jateng Drs H Muzammil, dan Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail Lc. Sejumlah pengusaha juga terlihat dalam silaturahmi tersebut yaitu Sapto Hidajat dan Budi Kurniawan.

Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA menjelaskan, kerja sama Tiongkok-Indonesia khususnya MAJT sudah berlangsung cukup lama terutama di bidang pendidikan. ”Angkatan pertama kami mengirimkan 10 orang dan sudah bergelar master (S2) dari Tiongkok. Gelombang dua sebanyak 7 orang. Semoga segera disusul jumlah yang lebih banyak,” katanya.

Bahkan kerja sama itu melebar ke Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) yang sudah melakukan tanda tangan kerja sama dengan Beijing Language Culture University (BLCU). Mantan Rektor Unwahas ini menilai kehadiran Dubes Tiongkok ke Semarang sangat tepat karena berkaitan dengan isu muslim Uighur Xinjiang yang ramai diberitakan di media massa.

”Kita jadi tahu dan mendengar langsung sebenarnya apa yang terjadi di Xinjiang. Kami malah berencana akan melakukan kunjungan ke Xinjiang,” tegas anggota DPR RI itu.

Dia sangat memahami apa yang dilakukan Pemrintah Tiongkok dalam menangani umat Islam di Xinjiang atau umat Islam di Tiongkok. Munculnya informasi yang beragam memengaruhi kesan tidak bagus dari umat Islam Indonesia terhadap Pemerintah Tiongkok. Karena itu perlu diluruskan oleh pihak-pihak yang mempunyai otoritas dan kewenangan. “Seperti yang dilakukan Dubes Tiongkok di hadapan para ulama di MAJT,” kata dia.

Selanjutnya, tambah Noor Achmad, dalam rangka mempererat persahabatan antara umat Islam Indonesia dengan Tiongkok, perlu ditingkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutatama pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi.

Pemerintah Tiongkok, saran dia, juga harus berani membuka lebar-lebar informasi tentang umat Islam negeri itu dan mempersilakan kepada siapa saja untuk berkunjung ke daerah-daerah muslim. Hubungan antara umat Islam Indonesia dengan umat Islam Tiongkok bisa difasilitasi pemerintah atau antar lembaga terutama lembaga keagamaan dan masjid. Dalam waktu dekat agar kerja sama antara MAJT dan Pemerintah Tiongkok tidak terganggu maka pengurus MAJT dan beberapa ulama akan segera berkunjung ke Xinjiang.

“Atas nama MAJT berharap agar penanganan masalah muslim Xinjiang tetap mengedepankan keadilan, persahabatan, dan persaudaraan,” tandasnya.

Duta Besar pada kesempatan itu menyetujui usulan mantan Gubernur Ali Mufiz untuk mengakrabkan hubungan muslim Tiongkok dengan muslim Indonesia dilakukan tukar-menukar kunjungan silaturahmi.

”Nanti para ulama dari Tiongkok akan hadir ke pesantren-pesantren dan madrasah di Indonesia, ulama dan kiai Indonesia juga mendapat kesempatan mengunjungi negeri Tiongkok,” katanya.

Menikmati Jajan Pasar

Asisten I Heru Setiadi yang mewakili Gubernur Jateng mempersilakan dubes dan rombongannya untuk menikmati kuliner khas Jawa Tengah. ”Yang disuguhkan jajan pasar ada onde-onde, klepon, wingko babat, lemper, apem dan lain-lain,” katanya.

Kehadiran Dubes Tiongkok ke Semarang, menurut Gubernur sebagai napak tilas yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho yang beberapa kali singggah di Kota Semarang dan meninggalkan jejak sejarah Kelenteng Sam Poo Kong.

Dubes Xiao Qian mengakui, kehadiran Laksamana Cheng Ho ke Semarang merupakan tonggak sejarah hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok. ”Kami hadir ke Semarang untuk melanjutkan persahabatan itu,” kata Xiao Qian.
Meski dia mengakui bukan seorang muslim namun rumahnya di Tiongkok berdekatan dengan bangunan masjid. Teman-temannya dari SD hingga SMA juga banyak dari kalangan muslim. Dukungan Pemerintah Tiongkok kepada Perjuangan Rakyat Palestina selama ini menunjukkan komitmen bahwa tidak ada persoalan agama antara muslim dengan Tiongkok.

Usai dialog, Dubes bersama rombongan menyempatkan singgah di Plaza MAJT.
Mereka terkagum-kagum saat melihat luasnya Plaza, bangunan masjid, enam buah payung raksasa, dan menara Al-Husna. (SHK)