Kunjungan APTIK Ke MAJT

APTIK Berkunjung Ke MAJT

SEMARANG-Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Mendapat kunjungan tamu dari Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) seindonesia yang diselenggarakan oleh Unika Soegiajapranata. (11/22) kunjungan tersebut dihadiri oleh 30 dosen Pendamping  dan 98 Mahasiswa terdiri dari 16 Kampus dan 12 Kota,  kedaatangan mereka disambut oleh KH Hanif Ismail (Wakil Ketua Pengurus MAJT), Istajib (Wakil Seketaris), para Kabag dan Kasubag Humas dan Protokoler.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah mengenal sejarah Masjid Agung Jawa Tengah yang  bertemakan Srawung Menuju Peradaban Kasih. Selain berkunjung ke MAJT mereka mendatangi beberapa tempat peribadatan lainnya seperti Sam Po Kong, Ponpes Al- Islam agenda ini diadakan satu tahun sekali dengan nama kegitan ISC (Intercultural Student Camp).

Kegiatan ISC ini yaitu mengenal lebih jauh keberagaman agama namun harus tetap rukun dan bertoleransi, budaya dan suku dalam sambutannya bapak istajib mengatakan “ Negara kita didirikan bersama jadi kita harus menjadi satu kesatuan yang damai” dalam pertemun ini terlihat keingintahuan dan antusiasnya mahasiswa hingga aktif bertanya mengenai MAJT dari mulai pertanyaan sejarah hingga arsitektur bangunan MAJT. Kemudian pertemuan ini ditutup dengan foto bersama

Belum Beri Alasan UAS Batalkan Pengajian di MAJT

Belum Beri Alasan UAS Batalkan Pengajian di MAJT

Ketua DPP MAJT Prof Dr Noor Ahmad MA saat memimpin rapat terkait UAS membatalkan sepihak pengajian di MAJT.

Ketua DPP MAJT Prof Dr Noor Ahmad MA saat memimpin rapat terkait UAS membatalkan sepihak pengajian di MAJT. 

SEMARANG- Ustadz Abdul Somad (UAS) lewat tim manajemennya membatalkan sepihak, rencana mengisi pengajian di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), yang sedianya dilaksanakan, Minggu (2/9) habis salat subuh. Akibat pembatalan tersebut panitia pengajian MAJT menyatakan kaget dan kelabakan mengingat persiapan yang dilakukan telah matang.

“MAJT segera mengklarifikasi pembatalan sepihak ini. Mengingat persiapan menyambut UAS sudah matang termasuk sosialisasi ke masyarakat luas, mengantisipasi melubernya pengunjung dan aspek keamanan yang dipersiapkan cukup ketat,” tegas Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad kepada pers, di Aula MAJT, Kamis (30/8).

Penjelasan tersebut disampaikan usai rapat mendadak di MAJT membahas pembatalan. Hadir dalam konferensi pers, Sekretaris MAJT sekaligus Ketua Panitia Drs KH Muhyiddin MAg, Wakil Sekretaris Drs Istadjib AS, Koordinator Penjemputan UAS, Eman Sulaiman SH MH, Koordinator Acara Dr KH Nur Khoirin MH, Ir Fanani dan Drs KH Marom Msi.

Atas batalnya pengajian UAS, Ketua DPP MAJT menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, yang telah menyiapkan diri menghadiri pengajian UAS di MAJT. Namun yang perlu dipahami, UAS yang membatalkan pengajian di MAJT, bukan pihak MAJT, bukan aparat kepolisian juga bukan pemerintah. Maka DPP MAJT patut meminta klarifikasi UAS.

Ditanya, klarifikasi yang akan ditanyakan, Prof Noor Achmad menjawab, seputar alasan pembatalan pengajian dan kapan UAS menjadwalkan kembali untuk mengisi pengajian di MAJT. Ditambahkan, bila memang ada hal serius yang melatari pembatalan, maka MAJT pun akan memahami dengan catatan perlu penjadwalan ulang.

Prof Noor menegaskan, pembatalan UAS untuk mengaji di MAJT disampaikan oleh Koordinator Manajemen UAS, Erman, melalui whatshapp singkat, pada Rabu (29/8) siang kepada Panitia MAJT, Eman Sulaiman. Namun isi pesan tidak menjelaskan alasan pembatalan, bahkan Eman Sulaiman bertanya berkali-kali Erman, tidak menjawab.

Ditanya pers apakah pembatalan terkait gegernya penolakan terhadap UAS di Sosmed, Prof Noor Achmad mengatakan belum dapat menjawab, karena UAS memang belum memberi alasan pembatalan. “Tunggu saja hasil klarifikasi kami ke UAS,” jelasnya.

Sepengetahuan MAJT, kata Noor Achmad, sejak mengundang UAS hingga ada pembatalan sepihak, belum pernah ada warga masyarakat Jawa Tengah yang menyampaikan penolakan ke MAJT, baik lewat surat ataupun datang langsung ke MAJT.

“Ini artinya kehadiran UAS untuk mengaji di MAJT sebenarnya ditunggu, apalagi pihak kepolisian dan pemerintah juga merekomendasikannya untuk ke MAJT,” tegasnya.

Bila pembatalan dari UAS lebih dilatari berdasarkan analisis masih adanya penolakan masyarakat, maka ke depan MAJT menyiapkan diri untuk menjadi fasilitator dialog UAS dengan elemen masyarakat yang masih menolak. (Isi).

Mewujudkan Jawa Tengah Rukun, Aman dan Damai

SEMARANG – MAJT Kembali mengadakan acara silaturrahmi namun acara kali ini diadakan bertepatan dengan Ramadhan, seluruh tokoh agama diundang, Komunitas (Paguyuban), acara ini dihadiri juga Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Jateng Brigjen TNI Agus Joesani, mantan Gubernur Jateng Drs Ali Mufiz MPA,

Radio Dais Meraih Award Kategori Radio Komunitas Tebaik Sejawa Tengah 2018

Radio Dais Majt 107.9 FM  Meraih Award di acara anugerah penyiaran KPID Jateng kategori radio komunitas terbaik se-jawa tengah tahun 2018.

SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah gelar Malam Anugerah Penyiaran Tahun 2018 di Hotel Crowne Plaza Semarang, Rabu (9/5/2018).

Pagelaran tersebut dilaksanakan dalam memperingati Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke 85.

Jajaran Forkompinda, lembaga penyiaran, organisasi kepenyiaran, organisasi kemasyarakatan, KPID Indonesia dan masih babyak lainnya nampak hadir dalam acara tersebut.

Budi Setyo Purnomo, Ketua KPID Jawa Tengah menuturkan acara malam ini sudah menjadi kali ke delapan.

“Sebagai regulator, kami tidak hanya memberikan teguran. Acara ini menjadi langkah untuk memberikan apresiasi terhadap lembaga penyiaran.”

“Di Jawa Tengah sendiri terdapat 350 radio dan 40 televisi,” jelasnya kepada awak media.

Terdapat 17 kategori penghargaan bagi radio dan televisi di Jawa Tengah, selain itu terdapat pula anugerah khusus kepada perusahaan yang sangat konsern dan peduli terhadap penyiaran.

Penghargaan tersebut sebagai apresiasi untuk penyajian konten yang bermanfaat bagi Jawa Tengah, dan segala sesuatu yang berfaedah terhadap kearifan lokal.